Back Cover:
Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi di dalam masa kecil anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang jenius dan dengan senang hati bersepeda 80 Km pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu – bahkan terkadang hanya unutk menyanyikan lagu Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita.
Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Novel ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini The Magic of Childhood Memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih percaya akan adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.
* * *
Tentang Tetralogi Laskar Pelangi
Novel pertama Andrea Hirata, Laskar Pelangi, telah berkembang bukan hanya sebagai bacaan sastra, namun sebgai referensi ilmiah. Novel ini banyak dirujuk untuk penulisan skripsi, tesis dan telah diseminarkan oleh birokrat untuk menyusun rekomendasi kebijakan pendidikan.
Adapun dalam novel keduanya, Sang Pemimpi, Andrea Hirata menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi anak Melayu kampung: Ikal dan Arai.
Novel Edensor, adalah novel ketiga dalam tetralogi Laskar Pelangi. Novel ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.
Novel keempat, atau terakhir dalam rangkaian empat karya tetralogi Laskar Pelangi, adalah Maryamah Karpov. Dalam Maryamah Karpov, dengan saterinya yang khas, ironi yang menggelitik dan intelegensia yang meluap-luap namun membumi, Andrea Hirata berkisah tentang perempuan dari sudut pandang yang amat jarang diekspos penulis Indonesia dewasa ini.
Data Buku:
Judul buku: Laskar Pelangi
Penulis: Andrea Hirata – http://sastrabelitong.multiply.com
Penyunting: Suhindrati a. Shinta
Perancang dan ilustrasi sampul: Andreas Kusumahadi
Pemeriksa aksara: Yayan R. H
Penata aksara: Dimas Aryo
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta 55284
Telp. (0274) 517373, Faks. (0274) 541441
E-mail: bentangpustaka@yahoo.com
http://mizan.com
Tentang Penulis:
Andrea Hirata, lahir di Belitong. Meskipun studi mayornya ekonomi, ia amat menggemari sains – fisika, kimia, biologi, astronomi – dan tentu saja sastra. Andrea Hirata lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sekarang ia tengah mengejar mimpinya yng lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi didunia, di Himalaya. Andrea Hirata berpendidikan Ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa dari Uni Eropa untuk studi Master of Science di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Halam University, United Kingdom. Tesis Andrea Hirata dibidang ekonomi telekomunikasi mendapatkan penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea Hirata tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT TELKOM. Hobinya naik komidi putar. Komunikasi dengan Andrea Hirata dapat melalui www.sastrabelitong.multiply.com
